Keunggulan Stainless Steel Dengan Berbagai Macam Jenis

Keunggulan Stainless Steel Dengan Berbagai Macam Jenis | Baja nirkarat atau baja tahan karat atau lebih dikenal dengan stainless steel adalah material yang mengandung senyawa besi dan setidaknya 10,5% Kromium untuk mencegah proses korosi (pengaratan logam). Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium yang menghalangi proses oksidasi besi (Ferum).

Stainless steel adalah salah satu material yang tidak asing di telinga kita. Apakah Anda memiliki panci, wajan, piring, pisau, dan perabotan yang terbuat dari stainless steel? Bahkan, pen untuk patah tulang, juga ada yang stainless. Apa sebenarnya keunggulan stainless steel?

Keunggulan Stainless Steel

Stainless steel terbuat dari besi dengan campuran lain, seperti krom, nikel, molibden, silikon dan mangan. Perpaduan oksidasi krom dan nikel, membuat lapisan protective layer (lapisan pelindung) yang menutup permukaan stainless steel. Dengan demikian besi di dalam stainless steel tidak bertemu langsung dengan oksigen dan berkarat.

Ada beberapa sifat fisik dalam stainless steel, yang menjadi keunggulan, yaitu :

  1. Stainless steel, adalah baja yang kuat dan kokoh.
  2. Stainless steel, bukan konduktor panas dan listrik yang baik.
  3. Walau stainless steel baja yang keras dan kuat, tetapi dengan mudah di bentuk, seperti: dipotong, ditekuk, diroll, dan sebagainya.
  4. Stainless steel dapat ditarik oleh magnet,
  5. Stainless steel, tahan akan korosi dan oksidasi.
  6. Lapisan kromium membuat stainless steel tampak menarik tanpa perlu adanya finishing.

| Baca Juga : Harga Pagar Stainless & Railing Minimalis Modern

Keunggulan Stainless Steel Pada Balkon

Masih berbicara mengenai Stainless Steel. Tidak semua orang tahu bahwa ada beberapa jenis stainless steel. Menurut sifat kimia dari stainless steel, ada 3 golongan. Yaitu :

1. Austenitik

Adalah baja stainless yang biasa disebut seri 300, dan paling sering digunakan. Ini adalah baja yang mengandung campuran  18% krom dan 8% nikel, terkadang juga mangan dan nitrogen. Stainless jenis ini sangat tahan terhadap korosi, dan mudah di bentuk menjadi lembaran tipis. Austenetic stainless sangat tahan asam, dan mampu bertahan di suhu rendah dan tinggi. Biasanya, digunakan sebagai peralatan makanan, wastafel dapur, dan peralatan kimia.

Beberapa tipe Stainless Steel Austenitik yang sering kita jumpai di pasar:

  • Tipe 301, 301L, 301LN  digunakan untuk penutup roda kendaraan, penekan atau perenggang rem, dan elemen kompor.
  • Tipe 302 HQ digunakan untuk sekrup, baut, dan paku keling.
  • Tipe 303, 303Se dimanfaatkan untuk mur, bauit, bushing, dan peralatan komponen listrik.
  • Tipe 304, 304L, 304H biasanya dipakai untuk peralatan pengolah makanan dan tempat penyimpanan.
  • Tipe 310, 310S, 310H biasanya dimanfaatkan sebagai peralatan memasak karena tahan panas, seperti tungku dll.
  • Tipe 316, 316L, 316H digunakan untuk peralatan pengolahan makanan, peralatan lab, penghantar panas dll.
  • Tipe 312 digunakan untuk las spiral untuk pipa pembakaran dan bahan bakar.
  • Tipe 235MA dipakai untuk sabuk konveyor dan elemen pemanas listrik.
  • 904L dimanfaatkan untuk pengolahan sulfat, fosfat, dan asam asetat.

2. Martensitik

Jenis baja Martensitik memiliki kandungan karbon lebih tinggi dari baja stainless lain (antara 0.1 dan 1.2%), kromium 18% dan bahan tambahan lain seperti: nolek dan molibdenum. Tetap tahan korosi, tetapi dapat diolah (tempered) menjadi lebih kuat daripada Baja Stainless Austenitik. Baja ini biasa digunakan untuk : pisau, pin, dan peralatan bedah.

Beberapa tipe Stainelss Steel Martensitik yang sering kita jumpai di pasar:

  • Tipe 410 umumnya digunakan untuk sekrup, baut, bushing, dan katup pompa.
  • Tipe 416 digunakan untuk pompa katup, baut, dan gear.
  • Tipe 420 digunakan untuk, pisau bedah dan alat kelengkapan lainnya.
  • Tipe 431 digunakan untuk poros baling – baling turbin generator dan perangkat keras angkatan laut.
  • Tipe 440 dimanfaatkan untuk bola bearing, pisau kualitas tinggi, peralatan bedah, dan alat pahat.

3. Feritik

Baja feritik memiliki tingkat karbon 10,5%, dan 27% kromium. Dapat ditarik magnet, tidak seperti baja stainless lain. Resistansi korosinya sangat tinggi, biasa digunakan untuk sistem pembuangan. Tetapi setelah terkena panas tinggi (misal karena pengelasan), bisa terjadi sensitisasi di titik itu (hilangnya kromium pada lokasi tersebut), sehingga lapisan pelindung tidak terbentuk kembali, dan memungkinkan karat muncul.

Stainless steel ini lebih kuat secara fisik untuk digunakan sebagai material konstruksi, dan harganya pun lebih murah daripada Baja Stainless Austenitik.

Beberapa tipe Stainless Steel Feritik yang bisa kita jumpai di pasaran:

  • Tipe CR12 digunakan untuk transportasi peralatan dan pengolahan pertambangan dan mineral.
  • Tipe 409 diugnakan untuk sistem pembuangan otomotif.
  • Tipe 430 biasa digunakan untuk lapisan mesin pencucui piring, panel cabinet kulkas, cincin kompor.

| Baca Juga : Harga Pagar Besi Minimalis Terbaru

Beberapa jenis stainless steel lainnya yang mungkin pernah Anda dengar:

Duplex Stainless Steel

Duplex Stainless Steel dibuat dengan mencampur bersama baja austenitik dan feritik. Dua jenis baja ini, apabila digabung kan dalam taraf tertentu, menghasilkan baja dengan kromium lebih tinggi, dan nikel yang lebih rendah. Dengan itu, mampu menghasilkan baja yang lebih resistan korosi, dapat ditarik oleh magnet, dan mudah di bentuk/dipotong menggunakan alat las. Kualitas terbaik adalah Super Dupplex, yang mampu digunakan di kondisi kelautan (tahan asam).

Beberapa tipenya yang ada di pasaran:

  • Tipe 2010  dimanfaatkan untuk pengolahan kimia, transportasi dan tempat penyimpanan. Semua aplikasi structural yang memerlukan kekuatan tinggi dan ketahanan korosi.
  • Tipe 2206 digunakan untuk pengolahan kimia dan penyimpanan dan eksplorasi minyak dan gas.
  • Tipe 2507 digunakan eksplorasi minyak dan gas, serta  pengendalian pencemaran gas buang.

Preciptitation Hardening Steel

Stainless steel jenis ini, adalah jenis baja yang kuat dan keras akibat pembentukan suatu presipitat (endapan) di dalam struktur mikro logam. Salah satu keuntungannya, mudah dibentuk setelah dipanaskan  dengan suhu cukup tinggi. Lebih kuat dari baja austenitic, sama – sama tahan korosi dan lebih tangguh. Fitur inilah, akhirnya sering digunakan dalam pembuatan pesawat.

Salah satu tipenya adalah Tipe 630, bisa digunakan untuk gir, baut, dan komponen katup. Serta komponen mesin, dimana membutuhkan kekuatan serta ketahanan korosi yang tinggi.

Demikian beberapa serba-serbi mengenai Stainless Steel. Semoga bermanfaat!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: